BELAJAR HIDUP SEDERHANA
. Ps Yudi Lau
Shoji Uehara salah satu orang terkaya di Jepang, kekayaannya di tafsir 10 Triliun.
Meski kaya, sang Raja Farmasi itu Bergaya Hidup Sederhana, ia tidak menampilkan diri layaknya seorang eksekutif.
REFLEKSI Ia tinggal di rumah sederhana, berangkat kerja dengan berjalan kaki, makan siang dengan biskuit dan teh,
Sepulang kerja ia langsung pulang ke rumah, bukannya dugem.
Seperti pekerja kantoran, ia menyerahkan amplop gaji kepada istrinya setiap bulan dan hhanya menghabiskan sekitar 2 juta rupiah, itupun sebagian untuk membeli buku, total pengeluarannya lebih murah dari tuntutan hidup buruh indonesia.
“BERGAYA HIDUP SEDERHANA”, demikian semestinya setiap orang.
YESUS KRISTUS pun memberikan Teladan dalam hal kesederhanaan; DIA di lahirkan dalam keluarga yang sederhana dikandang domba, sehingga keseluruhan hidup-NYA juga di penuhi dengan kesederhanaan.
Apa hidup sederhana itu?
Hidup sederhana itu dapat di mengerti sebagai gaya hidup yang di landasi Kasih dan Sikap Tulus dalam Kehendak TUHAN, yang di ikuti Sikap Tak mau Tamak, Tak terikat Harta dan Mementingkan Diri sendiri, Mampu Mengekang Nafsu, Mawas Diri, Tidak Mau Gengsi dan Iri Hati,
selain itu juga suatu sikap Percaya pada Pemeliharaan TUHAN, Tidak Takut, Cemas atau pun Kuatir.
Yang terakhir, mau Menikmati Hidup dengan Penuh Ucapan Syukur dengan Mengandalkan TUHAN saja.
“TUHAN memelihara orang-orang sederhana.” (Mazmur 116:6a)
Goϑ ϐlešš Yoυ